with my lovely friends ^_^ (Bondan n Fade to Black Song-Kita Slamanya)

With You Slideshow: Sri’s trip from Bandung, Java, Indonesia to Kabupaten Kuningan (near Cirebon) was created by TripAdvisor. See another Cirebon slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

Wednesday, November 30, 2011

Di Puskesmas




Kemarin waktu aku ke puskesmas untuk meminta surat keterangan dari dokter, banyak sekali balita kutemui. Sebagian di antaranya datang untuk imunisasi, sebagiannya sakit, dan beberapa keluhan mengenai balita. Aku melihat ibu-ibu dari mulai ibu muda sampai paruh baya membawa putra-putri mereka.
Aku tersenyum..



Melihat mereka seperti menatap cermin masa lalu, berada di pangkuan ibu, merengek, menangis, dan macam-macam lagi. Hanya beberapa bagian yang dapat kuingat, bagian ketika berumur dua tahun, ketika aku menghilangkan cicin di jariku saat sedang bermain sabun. Bagian ketika tiga tahun saat aku menangis meronta-ronta di jalanan. Bagian ketika aku empat tahun, ketika aku melafalkan iklan Clear, “Ah Teori” dengan kata “Ah Teolllli..” dengan sangat cadelnya. Sebelum itu aku tak bisa mengingat apa-apa.
Aku kembali lagi melihat  tangisan dari bayi dan balita tanpa dosa itu, Wajah-wajah suci yang diantar ayah ibunya, wajah-wajah suci yang masa depannya masih misteri, wajah- wajah suci yang entah nanti jika sudah besar mereka menjadi apa. Mungkin saja mereka menjadi dokter yang merawat orang sakit seperti halnya diri mereka yang sekarang  dirawat dokter. Mungkin mereka menjadi guru yang menyebarkan ilmu-ilmu berharga untuk generasi setelah mereka nanti. Mungkin saja mereka menjadi pemimpin bangsa yang tak hanya memberikan janji-janji muluk saat kampanye saja. Mungkin mereka menjadi penegak hukum yang adil dan tidak memihak berapapun ia dibayar.

Tapi bisa saja di antara wajah-wajah itu menjadi penjahat yang keji tak berhati. Bisa saja mereka menjadi pembunuh yang tak berakal. Bisa saja mereka menjadi maling Negara yang tak peduli nasib rakyat yang mengais-ngais tong sampah di jalanan padahal hak mereka tak pernah dipenuhi Negara. Bisa saja mereka menjadi penegak hukum yang adilnya kapan-kapan saja. Bisa saja mereka menjadi dunia holic yang tak perduli kapan maut akan mendatanginya.

Mereka para penjahat maupun manusia baik berhati di masa depan semua berawal dari wajah-wajah suci itu, wajah suci yang melirik ke kanan ke kiri penuh rasa ingin tahu.  Seandainya wajah suci itu berubah jadi mahluk jahat di masa depan, sungguh kasihan pada orang tuanya. Kasihan ibunya yang mengandung dan bertaruh nyawa saat melahirkannya. Kasihan ibunya yang selalu memberikan perlindungan ekstra, tak mau buah hatinya sakit. Kasihan ibunya yang selalu menjaganya dan mendidiknya. Kasihan ayahnya yang siang malam banting tulang mencari nafkah. Kasihan ayahnya yang bertanggungjawab terhadap segala kebutuhannya. Sungguh kasihan wajah sucinya semasa balita yang ternoda begitu saja. Kasihan..

Sedangkan aku? Entah orang macam apa aku di masa depan. Mungkin sejak wajah suci itu hilang dan aku banyak berdosa, seringnya aku mengecewakan orang tuaku. Seandainya aku di masa depan menjadi orang nista, mungkin lebih baik saat aku sakit jangan pernah ibu membawaku ke puskesmas untuk menyembuhkan sakitku. Seandainya aku menjadi orang nista di masa depan mungkin lebih baik hidupku berakhir hanya sampai wajah suci terakhirku. Mungkin lebih baik orang tuaku menangisiku dalam wajah diam tanpa nafas yang masih tak berdosa daripada membuat mereka menangisiku yang utuh bernyawa tapi membuat mereka kecewa.

Ya Alloh ya tuhanku, ampunilah dosa-dosaku. Ampunilah jika setiap nafas yang aku hembuskan kugunakan dengan penuh berlumur dosa. Biarpun tak mungkin menata kembali hidupku hingga tanpa dosa seperti di masa kecil, Ampunilah aku ya Tuhan.
Ampunilah aku ya Tuhan.
Ampunilah aku ya Tuhan.







27 Nopember 2011

No comments:

Post a Comment

makasih buat komentnya..