Hari ini aku lagi
ngerasa sedikit linglung. Ada beberapa pikiran yang merangsek ke dalam otak, ke
dalam hati, dan ke dalam perut. Loh ko ke dalam perut sih? Iya, jadi kalau lagi
banyak pikiran aku suka kembung. Tetiba teringat kelakuanku beberapa tahun
silam saat merasa linglung, saat menghadapi rasa sedih ataupun sakit yang ngga
berdarah. Sedikit bocoran, kalau dulu aku sangat bodoh memposisikan keberadaan
diri di dunia yang sekecil daun bayam ini. Dulu aku pernah melakukan hal bodoh
di mana saat merasa sedih dan sakit aku terkungkung oleh perasaan sedih dan
sakit yang itu-itu aja. Masih labil, belum dewasa, bisa jadi. Tapi aku juga
nggak yakin kalo beberapa tahun kemudian setelah hal bodoh yang aku lakukan aku
udah sempurna dewasa.
Wednesday, November 13, 2019
Monday, August 6, 2018
Tiga Generasi
Assalamu’alaikum
Warohmatullohiwabarokaatuuh..
Selamat malam pembaca,
BTW ini Bekasi lagi
dingin-dinginnya, Brrr.. Padahal musim kemarau, hujan sudah lama tak nampak.
Pertama-tama aku turut berduka atas gempa bumi berkekuatan 7 SR yang melanda
Lombok Utara kemarin malam. Semoga korban segera diberi kesembuhan dan korban
yang meninggal ditempatkan di tempat terbaik di sisiNya. Untuk keluarga semoga
diberikan ketabahan, dan semoga tidak ada lagi gempa susulan. Aamiin.
Senam jari kali ini aku mau
cerita kalo adikku yang bungsu dan satu-satunya itu hari kamis besok bakal
berangkat ke Asrama IPB untuk melanjutkan studi di IPB jurusan Ilmu Komputer.
Beberapa malam aku mikirin apa dia bisa nanti jauh dari orang tua, secara cuma dia
yang sekolah SMA-nya ngga melanjutkan tradisi kakak-kakaknya ngekost. Di satu
sisi aku juga sedih karena ibu ditinggal lagi, kenapa setelah dewasa
anak-anaknya malah menjauh termasuk aku. Lalu ibu bercerita tentang susahnya
kehidupan dahulu dari anak pertama sampai anak kedua bagaimana ketika punya
keinginan kuat bersekolah. Dari sana aku jadi berpikir..
Subscribe to:
Posts (Atom)